Santo Yusup adalah bapak asuh Tuhan Yesus. Dasar dari pengetahuan mengenai Santo Yusup hanya dapat diketahui dari Injil Matius dan Lukas. Penjelasan mengenainya pun sangat sedikit.
Di dalam Kitab Suci, Yusup dikatakan sebagai keturunan dari Raja Daud (Matius 1:20). Ia dilukiskan sebagai orang yang hidup sederhana. Menurut Matius, Yusup berprofesi sebagai tukang kayu (Matius 13:55).
Ketika mengetahui bahwa Maria telah mengandung, sebagai seorang yang tulus Yusup tidak mau mencemarkan isterinya di muka umum. Dengan diam-diam, ia bermaksud untuk menceraikannya (Matius 1:19). Ketika ia mempertimbangkan rencana itu, Malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpinya. Dalam mimpi itu, Malaikat Tuhan menjelaskan bahwa bayi yang dikandung Maria sesungguhnya berasal dari Roh Kudus (Matius 1:20).
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusup pun berbuat seperti yang diperintahkan oleh Malaikat Tuhan. Kemudian, dia mempersitri Maria (Matius 1:24). Hal ini menunjukkan bahwa Yusup adalah seorang yang sangat setia dan patuh kepada bisikan Ilahi.
Di dalam Kitab Suci, riwayat hidup Yusup tidak banyak dikisahkan. Yusup diperkirakan meninggal sebelum Yesus memulai karya-karyaNya. Salah satu bukti yang meyakini bahwa anggapan ini benar dapat dilihat dalam Injil Yohanes 19:26-27 pada peristiwa penyerahan Maria kepada Yohanes. “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia pada ibuNya: “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian kataNya kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak itu, murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” Menurut para penafsir Kitab Suci, ayat itu menunjukkan bahwa pada saat itu Maria telah menjanda.
Pada awalnya, devosi kepada Santo Yusup tidak dikenal oleh gereja Katolik selama berabad-abad. Namun, kekudusannya membuat Sri Paus Pius IX menetapkan Yusup sebagai pelindung gereja universal pada tanggal 8 Desember 1870. Pada tahun 1937, Sri Paus Pius XI mengangkat Santo Yusup sebagai pelindung pujangga Gereja. Pada tahun 1961, Sri Paus Yohanes XXIII memilih Yusup sebagai pelindung surgawi Konsili Vatikan II (Triatmo, 19 Maret 2018).
Pada tahun 1955, Sri Paus Pius XII menetapkan pesta Santo Yusup pekerja setiap tanggal 1 Mei. Sejak tahun 1962, nama Yusup mulai dimasukkan dalam kanon misa. Dalam litani Santo Yusup ia dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh/karyawan, keluarga, para perawan, orang sakit, dan orang yang telah meninggal. Ia juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani, pelindung para fakir miskin, para penguasa, bapa-bapa keluarga, imam-imam, kaum religius, serta pelindung para peziarah.
